Post Terbaik Blog

Pengikut ana

Ahad, 6 Januari 2013

Pemain Bola Yang Hafal 19 juz Al Quran


LONDON – Pentas bola sepak Liga Perdana Inggeris banyak dihuni pemain-pemain beragama Islam yang datang dari luar negeri.

Bintang bolasepak Liga Premier Muslim yang menonjol kebanyakan berasal dari Perancis.

Diantara bintang bolasepak Muslim yang dikenali adalah pemain tengah Arsenal, Abou Diaby. Pemain 25 tahun berkewarganegaraan Perancis ini telah menghafal Al-Quran hingga 19 juz.

Dalam akaun twitter, salah satu pengajar Ebrahim Collage di London, Mufti Muhammad, @ Mufti_Muhammad_ mendedahkan seorang bintang bolasepak yang datang ke Emirates Stadium Arsenal pada tahun 2006 itu hafal 19 juz Al-Quran.

Bagi Diaby, kunjungan ke Ebrahim Collage adalah perkara biasa. Sebab ia berasa selesa berada dalam komunitinya, seperti diterangkan Republika Online.

“In conversation with Arsenal Footballer Abu Diaby @ Ebrahim college dinner tonight, who s memorised 19 ajza of Qur’an! (Dalam perbincangan dengan pemain Arsenal Abu Diaby di Ebrahim Collage pada tiap kali makan malam, siapa yang hafal 19 juz Al-Quran,” sentil Mufti Muhammad kepada Diaby.

Muslim Rohingya

Sifat sosial Abou Diaby yang sangat perhatian terhadap umat Islam yang lain juga ia tunjukkan, apabila dirinya terlibat dalam penggalangan dana untuk Muslim Rohingnya di London Muslim Center.

Dalam acara penggalangan dana itu, Abou Diaby melelong jersey (kostum) Arsenal miliknya untuk Muslim Rohingnya.

Di Arsenal sendiri ada beberapa pemain yang tercatat beragama Islam, antaranya Abou Diaby, Bacary Sagna, dan sebelumnya ada Samir Nasri dan Kolo Toure yang kini mempertahankan Manchester City.

Sementara itu, pemain Muslim Arsenal lain yang komited terhadap Islam adalah bek muda Armand Traore. Namun jebolan Akademi Arsenal kelahiran 8 Oktober 1989 itu kini berpindah kelab di Queens Park Rangers.

Pemain pasport Perancis keturunan Senegal ini telah lama memeluk Islam dan pada 2009 lalu ketika masih mempertahankan Arsenal ia mula “sedar” untuk menghilangkan seluruh tatu yang dilakarkan di tubuhnya.

“Saya rasa ini (tatu) menjadi kesalahan terbesar dalam hidup saya, tapi saya akan cuba meluruskan segalanya,” ungkap Traore.

“Agama saya telah memberi keuntungan kepada kehidupan dan kerjaya saya. Saya selalu menjadi muslim tapi tidak pernah mempraktikannya dan saya hanya berkata ‘saya seorang muslim’,” jelasnya. ~detikislam

Tiada ulasan:

Catat Ulasan